UNSAM — Perpustakaan Universitas Samudra (UNSAM) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan informasi dan literasi bagi sivitas akademika dengan memperkaya koleksi referensi, khususnya terkait sejarah lokal dan perdamaian Aceh. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penerimaan sejumlah buku bertema reintegrasi dan perdamaian Aceh yang diserahkan oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA).
Penambahan koleksi ini menjadi bagian dari strategi Perpustakaan UNSAM dalam menghadirkan sumber belajar yang relevan dan kontekstual, terutama bagi mahasiswa yang mengkaji bidang sosial, politik, dan sejarah. Buku-buku yang diterima memuat berbagai perspektif tentang proses reintegrasi pasca konflik, dinamika sosial masyarakat, serta upaya pembangunan perdamaian di Aceh.
Kepala Perpustakaan UNSAM menyampaikan bahwa kehadiran literatur tersebut sangat penting dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran. “Perpustakaan tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang penguatan literasi kritis, termasuk literasi perdamaian yang sangat relevan dengan konteks Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, dokumentasi sejarah lokal, khususnya terkait proses perdamaian, perlu terus dilestarikan dan disebarluaskan agar dapat menjadi bahan refleksi bagi generasi muda. Dengan akses terhadap sumber-sumber yang kredibel, mahasiswa diharapkan mampu memahami perjalanan panjang Aceh menuju perdamaian serta mengambil nilai-nilai positif dari proses tersebut.
Selain itu, penambahan koleksi ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca mahasiswa serta mendukung kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah. Perpustakaan UNSAM berkomitmen untuk terus memperkaya koleksi dengan literatur yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan akademik.
Melalui langkah ini, Perpustakaan UNSAM menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pengembangan literasi berbasis kearifan lokal, sekaligus sebagai pusat dokumentasi yang menjaga keberlanjutan pengetahuan tentang sejarah dan perdamaian Aceh.